Tidak ada hubungan peningkatan resiko Disfungsi Ereksi dengan Bersepeda yang dilakukan dengan benar

 21 Jun 2024


Sedikit rangkuman dari webinar yang di paparkan oleh dr. Widi Atmoko SpU(K), spesialis Andrologi-Urologi, jadi beliau memang ahli nya area laki-laki.

Disclaimer dari beliau adalah beliau seorang pesepeda juga.




Dipaparkan bahwa bersepeda memiliki kelebihan daripada olahraga lain yaitu Low Impact, Intensitas, durasi dapat sesuka hati, apalagi bisa digunakan sebagai transportasi setiap hari atau bike to work

Manfaat bersepeda untuk kesehatan:

  • Kesehatan mental, mengurangi cemas dan depresi
  • Otot, tentu buat otot kuat dan selalu terlatih, Sendi dan koordinasi, Jantung, karena heart rate aerob atau anaerob membuat pembuluh jantung bersih dari flex2 dan timbunan kolesterol. Paru-paru semakin kuat, Membakar lemak dan membuat BMI ideal.
  • Dari sharing teman-teman B2W Indonesia, jujur, kekuatan untuk hubungan suami istri juga sangat meningkat jauh.


Posisi bersepeda, sebenarnya secara teori posisi lebih berdiri memang mengurangi tekanan ke area perineum (selangka), tapi bersepeda yang benar tumpuan itu ada di pedal, bukan kita duduk di sadel, atau istilahnya floating.

Posisi AERO kalau pelan atau coasting alias, duduk full di sadel betul memberikan tekanan berlebih ke area perineum, tapi jika anda bersepeda roadbike/drop bar yang benar, maka seharusnya tubuh itu ditopang oleh kedua kaki, karena anda justru butuh berat badan anda membantu tenaga tiap gowesan.

Dari dr.Widi menyarakankan jika bersepeda jarak jauh maka lebih dianjurkan menggunakan drop bar/roadbike atau gravel daripada MTB.

Intinya
Posisi Perineum selalu dibuat FLOATING , lebih banyak gowes nya daripada coasting(duduk di sadel).

Kalau saya sesekali saya akan berdiri diatas pedal, untuk kasih aliran darah dan angin-angin daerah perineum.


Tambahan, jika anda sudah mengalami DE atau Disfungsi Ereksi, bisa menggunakan sepeda recumbent, yang tipe tempat duduk semacam sofa, karena tekanan di perineum bisa sangat minimal.

Selanjutnya terkait survey terhadap olahragawan.

Dari hasil survey, dinyatakan bahwa, persentase DE lebih tinggi justru pada pesepakbola amatir di angka 37%, dan di pesepeda hanya 26%

Kalaupun anda yang sering bersepeda jauh dan terasa area perineum baal atau keram, itu tidak berhubungan dgn disfungsi ereksi

Terkait durasi bersepeda, resiko DE sangat rendah di pesepeda yang melakukan sepeda dibawah 3jam/minggu. dan di angka 17% jika bersepeda diatas 3jam/minggu. Tapi paling parah adalah tidak bersepeda yaitu 21%. atau 2 dari 10 orang kena DE kalo ga bersepeda.

Sebagai penutup, dijelaskan dr. Widi.
Dari hasil survey terhadap 5ribu orang di Inggris, bahwa, bersepeda tidak ada hubungan dengan DE maupun kesuburan.

Justru yang membuat DE adalah hipertensi, merokok dan usia lanjut.

Melakukan olahraga teratur sangat baik, seperti saran dr. Widi

Exercise - Its cheaper than medical bills.
Alias olahraga itu jauh lebih murah daripada bayar kerumah sakit.
Jaga badanmu. Olahraga.

Ini juga sesuai dengan ajaran Islam.
Seperti yang pernah di sampaikan Ustadz Khalid Basalamah, Sirah Nabawiyah #18 Kejadian Kejadian Setelah Perang Khaibar di menit 42, umat Islam ada ibadah-ibadah yang membutuhkan kebugaran fisik
  1. Solat 5-waktu, Solat Tarawih, Solat Malam
  2. Naik Haji, Tawaf melakukan Sunah Ramml (lari kecil ditempat)
Juga ada HR Muslim

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah. Dan pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah terhadap perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau bersikap lemah.” (HR. Muslim).


Allah Subhanah wa Ta’ala juga berfirman:

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الأمِينُ

“Karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat fisiknya lagi dapat dipercaya.” (QS. al-Qashash: 26).




https://www.27augusta.web.id/2020/11/rantai-sepeda-putus-dan-pemakaian.html
https://www.27augusta.web.id/2024/06/qatar-cycling-summer-june-2024-olympic.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar